Janapria, Dutalombok.com | Kemkominfo RI dan Santripreneur Indonesia mengadakan kegiatan Sosialisasi entrepreneur digital untuk santri di Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah Selasa, (26/02) hari ini

Acara yang bertajuk Bakti Kominfo Untuk Negeri ini mengangkat tema ”Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur Melalui Sosialisasi Entepreneur Digital Untuk Santri”

Acara ini dihadiri ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat dan para santri dari sejumlah pesantren di Lombok Tengah.

Turut hadir dari jajaran pemerintahan dan kepolisian seperti sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan H. L. Muliawan, MM, Polres Loteng, Diskop UKM Loteng, Ketua Ansor Loteng, Polsek Janapria, dan Koramil Janapria.

Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT. SH yang diwakili Setda Loteng Nasrun menyampaikan, ucapan terimakasih sekaligus harapan agar para santri pondok pesantren sirajul huda agar dapat memaksimalkan mpenggunaan tekhnologi informasi khususnya hntuk kegiatan wirausaha atau entrepreneurship.

Dikatakannya, di era industri 4.0, tekhnologi digital telah merubah gaya komunikasi dan gaya berbisnis generasi milenial.

“Sekarang kalo kita liat anak-anak duduk sambil pegang HP bukan sedang main game tapi mereka lagi bisnis online” Katanya.

Sementara itu, selaku Inisiator Santri Enterpreneur Indonesia K.H Ahmad Sugeng Utomo dalam kesempatan yang sama menyampaikan, santri milenial harus mengambil peran sebagai pelaku bisnis yang mengedepankan adab dan cara-cara berbisnis yang diajarkan Rasulullah.

Dalam berbisnis kata kiai yang juga pimpinan pondok pesantren di Djogjakarta ini, rasulullah tidak kapitalis, anti curang dan mengutamakan kejujuran serta akhlak yang baik.

“Rasulullah sukses sebagai interpreneur karena kejujuran dan akhlak beliau yang luar biasa. Bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad sangat dikagumi oleh orang-orang Makkah” Ungkapnya.

Semangat berwirausaha yang diajarkan Rasullah juga semangat pantang menyerah, selalu optimis untuk sukses dan tak pernah patah apabila gagal.

“Sebabnya karena selain berbisnis, rasulullah juga menjalankan Tasawuf, sebuah sikap yang senantiasa berpegang pada prinsip, ikhtiar, ikhtiar, ikhtiar kemudian serahkan kepada Tuhan” Tandasnya.

Sementara disesi diskusi dan motivasi, CEO Tren Kios Indonesia KH. Nur Wahyudi dan Dr. Ir. Sudjatmogo, M. SC memberikan paradigma baru tentang wirausaha di era digital kepada ratusan peserta yang terdiri dari para santri.

KH. Nur Wahyudi mengatakan, saat ini bisnis semakin dimudahkan dengan kecanggihan tekhnologi terutama Gadget.

“Kalo dulu, jika anda ingin buka bisnis harus punya modal besar, punya toko, stok barang dan lain, sekarang di era gadget, anda bisa dengan modal pulsa saja sudah bisa jualan secara profesional” ujarnya.

Pembicara yang lain, Dr. Ir. Sudjatmoko, M. SC juga mengajak para santri lebih produktif menggunakan sosial media dan internet. Selain sebagai sumber informasi, pemanfaatan sosmed sangat penting untuk menunjukkan kreatifitas apalagi jika kita memiliki bisnis.

Sudjatmoko menambahkan, para santri tidak mengikuti trend milenial “pemalas” yang main sosmed hanya untuk selfie dan foto makanan, apalagi untuk sebar-sebar hoax. Tapi dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembangkan diri dan belajar banyak hal.

“Usia anda ini sangat update, tapi sedikit yang kreatif. Coba mulai sekarang update status di sosmed dengan yang ada manfaatnya” Tambahnya.

Dalam kegiatan Sosialisasi Entrepreneur Digital untuk santri ini, K.H Ahmad Sugeng Utomo juga melantik Dewan Pimpinan Cabang Santripreneur Indonesia Lombok Tengah.