Janapria, Dutalombok | Ditemui dirumahnya Senin (22/10) hari ini, H. Abdullah, S. Pd Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda yang juga Rois Syuriah MWC NU Janapria mengatakan, fitnah bahwa dirinya mengundang masyarakat untuk berkampanye mendukung salah seorang calon kepala desa Durian salah alamat.

Dikatakannya, silaturrahim yang dituduhkan sebagai kampanye tersebut benar-benar silaturrahim keluarga untuk mengklarifikasi Khutbah Jum’at yang ia sampaikan pada pada Jum’at, 18 Oktober 2018.

“Acara itu murni silaturrahim keluarga, yang saya undang tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Bahkan supaya tidak ada kecurigaan-kecurigaan, saya juga undang Panitia Pildes, Camat bahkan Polmas dan Babinsa” ungkap H. Abdullah.

H. Abdullah menegaskan, dalam pertemuan itu, tidak ada samasekali orasi politik seperti yang dituduhkan dan disebarkan wartawan lewat koran Radar Mandalike itu.

“Banyaknya serangan fitnah dan isu negatif yang sepertinya sengaja diarahkan ke yayasan, ke saya dan kepada keluarga kami di Paok Dandak, maka dipertemuan itu saya sampaikan, saya pamit dan melepaskan diri dari semua urusan di masyarakat, itu saja yang saya sampaikan, tapi masyarakat ternyata tidak mau” ujarnya.

6 Mobil Masyarakat Bersiap Ngeluruk Ke Kantor Polisi

Sebab berita yang disebarkan Radar Mandalike tersebut, malam ini masyarakat Paok Dandak, Berombok dan Petoak berkumpul dan berencana melaporkan fitnah tersebut ke Polisi besok hari.

“Sekitar 6 mobil sudah siap, ini bukan hanya soal Pilkades, fitnah ini telah melukai perasaan masyarakat banyak” ungkap Ahmad Jumaili

Dikatakan Jumaili, fitnah-fitnah ke Yayasan, ke keluarga bukan sekali ini saja terjadi, tetapi sudah berkali-kali namun ia dan keluarga tetap sabar.

“Baru lalu ada isu disebar lewat telpon dan WA, santri kami dituduhnya berbuat mesum, setelah ditelusuri tenyata fitnah” ungkapnya.

Fenomena fitnah-fitnah ke yayasan dikatakan Ahmad Jumaili memang selalu terjadi jelang-jelang Pildes seperti ini. Hal ini terjadi karena para calon melihat suara keluarga yayasan yang cukup signifikan mempengaruhi kemenangan sehingga harus dikacaukan dan di pecah-belah.

“Saya prihatin, yayasan ikut dibawa-bawa isu-isu seputar Pildes, padahal kami berupaya untuk netral dan tidak memihak pada siapapun, kami selalu mendukung semuanya” ungkapnya.