Dutalombok.com |Calon anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Ahmad Jumaili (MAJU7) menemui tokoh kharismatik Lombok Tengah TGH. Ma’rif Makmun di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Darek Lombok Tengah pada Ahad (18/10) lalu.

Ditemani tokoh agama dan tokoh masyarakat dari dusun Paok Dandak, Jumaili yang maju dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil Kopang-Janapria tersebut meminta doa dan dukungan dari ulama sepuh yang juga Rais Syuriah Nahdlatul Ulama PCNU Lombok Tengah tersebut.

Ahmad Jumaili mengungkapkan, ziarah dan meminta do’a ke tuan guru seperti ini merupakan tradisi Sasak yang harus dijaga. Dikatakannya, dulu-dulu, orang tua Sasak pantang memiliki keinginan tanpa “betabek” dan “tunas do’e” pada para sesepuh.

“Ini tradisi betabek orang sasak, kalo punya keinginan, selain shalat hajat juga mendatangi Tuan Guru” ungkapnya.

TGH. Ma’rif dalam dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sebagai orang tua, ia sangat gembira dengan kader-kader NU yang berinisiatif mengambil peran di masyarakat, baik sebagai tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk juga tokoh politik.

Pesannya, semua kader-kader NU agar menjaga marwah Nahdlatul Ulama dan istiqomah menjadi teladan dengan menunjukkan Akhlakul Karimah.

“Sebagai pemimpin, kader-kader NU semuanya saya harapkan menjaga akhlak dan menjadi teladan baik ditengah masyarakat” ungkapnya.

Selain itu, Tuan Guru yang juga Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Lombok Tengah ini juga berpesan agar semua kader NU memegang prinsip kepemimpinan Ahlussunnah Wal Jama’ah yakni kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Saya titip kaidah fiqh yang mengatakan, Tasarruful Imam Ala Ra’iyah manutun bil maslahah, tanggungjawab jadi pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemasalahan ummat, tidak yang lain” Ungkapnya.