Lombok Tengah, Dutalombok.com | Yayasan Santripreneur Indonesia (YSI) akan memprogramkan kegiatan bisnis rakyat bernama Trend Kios. Trend Kios adalah kegiatan ekonomi masyarakat yang bertujuan memfasilitasi para santri alumni untuk melayani aktifitas ekonomi mikro berdasarkan Rukun Tetangga (RT) di tengah masyarakatnya masing-masing.

Hal ini disampaikan CEO Trend Kios Santripreneur Indonesia TGK. Nur Wahyudi saat memberikan sambutannya di acara Sosialisasi Santripreneur Indonesia di Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah pada, Selasa (2/3) lalu.

“Program Trend Kios ini kami programkan untuk memfasilitasi alumni pesantren agar memiliki semangat bisnis dan berlangsung secara intensif ditengah masyarakat” Ungkapnya.

Dikatakan Nur Wahyudi, untuk mewujudkan Trend Kios ini, Santripreneur Indonesia telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik Pemerintah maupun swasta untuk membantu baik dari segi dana, manajemen maupun jaringan kerja.

“Sudah kita bangun komunikasi dengan instansi baik pemerintah maupun pihak swasta, mereka sangat apresiatif dan mendukung penuh program ini dari nol” Tambahnya.

Nantinya, Trend Kios akan diselenggarakan disemua propinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

“Tetapi untuk tahun pertama ini kita akan prioritaskan di kawasan timur Indonesia termasuk Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat” Tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Santripreneur Indonesia Cabang Lombok Tengah, Ahmad Jumaili, S. Pd.I dalam kesempatan berbeda mengatakan, sangat yakin program Trend Kios ini akan berjalan baik karena manajemen yang dibangun mirip dengan manajemen gerai Alfamart dan Indomart.

“Saya dengar manajemennya begitu, jadi harga barang seperti sembako dan lainnya ditentukan oleh pusat dengan standar harga Bulog. Para santri dilapangan tinggal menjalankan usahanya, bisa mengambil margin dengan sistem syariah” jelas Jumaili.

Mendengar Lombok Tengah akan menjadi salah satu daerah prioritas, Ahmad Jumaili yang juga Inisiator Berugak Buku Lombok ini berharap, ia dan pengurus yang telah terbentuk akan bekerja keras untuk menjalankan program ini sebaik-baiknya.

“Kita di Lombok Tengah akan menjadi Pilot Project Nasional yang akan diduplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia” Tandasnya.

Karena itu, Jumaili berharap dukungan semua pihak terutama pemerintah, lembaga-lembaga keuangan mikro syariah serta pemerintah daerah untuk bersama-sama melaksanakan ikhtiar mulia ini.

“Karena berbasis RT, program ini saya yakin akan mengangkat perekonomian alumni pesantren dan masyarakat sekitar pesantren, terutama para pemuda. Mereka tidak perlu mencari kerja ke Malaysia, karena pekerjaan sudah ada didepan mata, dihalaman rumah sendiri” Pungkasnya.